Thursday, July 15, 2010

Classic 90an: Ong Bak 3: The Final Battle‎

Classic 90an: Ong Bak 3: The Final Battle‎

Ong Bak 3: The Final Battle‎



petang ni ako g tgk citer ni okey! da 3 hari kuar berbulu jer nk tgk. crita nmpk ganas and more to virtual story, cayalah mst best pnye.. nti ako dh tgk ako komen okey! daa

SEINDAH BIASA



Jalan pernah takut ku tinggalkan
Saat bintang tak mampu lagi berdendang
Saat malam menjadi terlalu dingin
Hingga pagi tak seindah biasanya
Reff #

Takkan mungkin kita bertahan
Hidup dalam bersendirian
Panas terit hujan badai
Kita lalui bersama

Saat hilang arah tujuan
Kau tahu ke mana berjalan
Meski terang meski gelap
Kita lalui bersama

Ku tak bisa menrubah yang telah terjadi
Tapi aku akan menjanjikan yang terbaik
Agar kita tak pernah menjadi jadi
Meski beza dermaga untuk kita berlabuh

Pernah kita jatuh
Mencuba berdiri
Menahan saki dan menangis
Tapi erti hidup lebih dari itu
Dan kita mencuba melawan
Jalan pernah takut ku tinggalkan
Saat bintang tak mampu lagi berdendang
Saat malam menjadi terlalu dingin
Hingga pagi tak seindah biasanya
Reff #

Takkan mungkin kita bertahan
Hidup dalam bersendirian
Panas terit hujan badai
Kita lalui bersama

Saat hilang arah tujuan
Kau tahu ke mana berjalan
Meski terang meski gelap
Kita lalui bersama

Ku tak bisa menrubah yang telah terjadi
Tapi aku akan menjanjikan yang terbaik
Agar kita tak pernah menjadi jadi
Meski beza dermaga untuk kita berlabuh

Pernah kita jatuh
Mencuba berdiri
Menahan saki dan menangis
Tapi erti hidup lebih dari itu
Dan kita mencuba melawan
Jalan pernah takut ku tinggalkan
Saat bintang tak mampu lagi berdendang
Saat malam menjadi terlalu dingin
Hingga pagi tak seindah biasanya
Reff #

Takkan mungkin kita bertahan
Hidup dalam bersendirian
Panas terit hujan badai
Kita lalui bersama

Saat hilang arah tujuan
Kau tahu ke mana berjalan
Meski terang meski gelap
Kita lalui bersama

Ku tak bisa menrubah yang telah terjadi
Tapi aku akan menjanjikan yang terbaik
Agar kita tak pernah menjadi jadi
Meski beza dermaga untuk kita berlabuh

Pernah kita jatuh
Mencuba berdiri
Menahan saki dan menangis
Tapi erti hidup lebih dari itu
Dan kita mencuba melawan